Percepat Konektivitas, Baret ICMI Desak Bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah Aktifkan Kembali Penerbangan Komersial Bandara Rembele
Dipublikasikan 18 Jan 2026
|
Diperbarui 2 bulan yang lalu
REDELONG – Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Baret ICMI) mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk segera mengambil langkah strategis guna mengaktifkan kembali layanan penerbangan komersial di Bandara Rembele. Desakan ini muncul menyusul terhentinya aktivitas penerbangan reguler yang berdampak pada aksesibilitas wilayah dataran tinggi Gayo.
Ketua Baret ICMI Aceh, Zam Zam Mubarak, menegaskan bahwa Bandara Rembele merupakan infrastruktur vital yang strategis, tidak hanya untuk mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi, pariwisata, dan penanganan darurat di wilayah tengah Aceh.
"Kami meminta Bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk bersinergi dan proaktif dalam membangun komunikasi dengan pihak maskapai maupun kementerian terkait. Aktifnya kembali penerbangan komersial di Bandara Rembele adalah kebutuhan mendesak bagi kemajuan daerah," ujar Zam Zam.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata Menurut Zam Zam, vakumnya jadwal penerbangan komersial menyebabkan akses menuju wilayah Gayo menjadi terbatas dan memakan waktu tempuh darat yang cukup lama. Hal ini dinilai merugikan sektor pariwisata yang sedang berkembang serta menghambat potensi investasi di kedua kabupaten tersebut.
Ia menambahkan, sebagai daerah yang kaya akan potensi kopi dan destinasi alam, konektivitas udara yang stabil akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan wisatawan mancanegara maupun domestik untuk berkunjung.
Urgensi Mitigasi dan Penanganan Krisis Selain aspek ekonomi, Baret ICMI menyoroti fungsi Bandara Rembele dari sudut pandang penanggulangan bencana. Dalam situasi darurat atau krisis kesehatan, jalur udara menjadi jalur evakuasi dan pendistribusian bantuan yang paling efektif mengingat topografi wilayah tengah Aceh yang rawan longsor pada jalur darat.
"Bandara Rembele harus dipandang sebagai aset keamanan dan keselamatan publik. Jika jalur darat terputus akibat bencana, jalur udaralah satu-satunya harapan kita untuk mobilisasi cepat," tambahnya.
Baret ICMI berharap pemerintah daerah tidak membiarkan bandara tersebut terbengkalai tanpa aktivitas komersial. Diperlukan kebijakan insentif atau skema kerja sama yang saling menguntungkan antara pemerintah daerah dengan maskapai penerbangan guna menjamin keberlanjutan rute penerbangan dari dan menuju Bandara Rembele.