Baret ICMI Aceh Bentuk Crisis Center, Perkuat Sinergi Penanganan Bencana
Dipublikasikan 18 Jan 2026
|
Diperbarui 2 bulan yang lalu
BANDA ACEH – Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Baret ICMI) wilayah Aceh secara resmi memperkuat aliansi strategis lintas sektor untuk mendirikan Crisis Center penanganan pascabencana. Inisiatif ini bertujuan menciptakan pusat koordinasi yang lebih cepat, terukur, dan terintegrasi dalam merespons situasi darurat di Serambi Mekkah.
Ketua DPW Baret ICMI Aceh, Zam Zam Mubarak, menjelaskan bahwa Crisis Center ini akan berfungsi sebagai pusat data dan pengambilan keputusan strategis, mulai dari masa tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang. Ia menekankan bahwa kolaborasi dengan pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan sektor swasta adalah kunci dalam menghadapi kerawanan bencana di Aceh.
"Data bencana harus menjadi pijakan aksi nyata. Kami mengedepankan pendekatan potensi daerah untuk memulihkan Aceh, bukan sekadar melihat masalah," tegas Zam Zam (15/1/2026). Ia juga mendesak Pemerintah Pusat untuk memberi perhatian khusus pada pemulihan ekonomi pascabencana agar beban sosial masyarakat tidak semakin berat.
Ketua DPW Baret ICMI Aceh, Zam Zam Mubarak, menjelaskan bahwa Crisis Center ini akan berfungsi sebagai pusat data dan pengambilan keputusan strategis, mulai dari masa tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang. Ia menekankan bahwa kolaborasi dengan pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan sektor swasta adalah kunci dalam menghadapi kerawanan bencana di Aceh.
"Data bencana harus menjadi pijakan aksi nyata. Kami mengedepankan pendekatan potensi daerah untuk memulihkan Aceh, bukan sekadar melihat masalah," tegas Zam Zam (15/1/2026). Ia juga mendesak Pemerintah Pusat untuk memberi perhatian khusus pada pemulihan ekonomi pascabencana agar beban sosial masyarakat tidak semakin berat.