Baret ICMI Aceh Apresiasi Ketangguhan TNI dalam Pemulihan Pasca-Bencana
Dipublikasikan 04 Feb 2026
|
Diperbarui 2 bulan yang lalu
ACEH – Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Baret ICMI) Wilayah Aceh memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi dan gerak cepat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menangani dampak bencana di Aceh. Sinergi TNI di medan darat maupun udara dinilai menjadi kunci utama pulihnya akses jalan utama yang sebelumnya lumpuh total.
Ketua Baret ICMI Aceh, Zam Zam Mubarak, menyatakan bahwa kehadiran TNI telah menjadi titik balik bagi keselamatan warga, terutama mereka yang sempat berada di wilayah terisolir.
TNI Sebagai Garda Terdepan
Zam Zam menekankan bahwa profesionalisme TNI sangat teruji dalam menghadapi situasi darurat yang penuh ketidakpastian.
"TNI telah berperan terdepan dalam distribusi logistik di masa panik dan situasi sulit. Organisasi TNI teruji tangguh hadapi situasi tersulit. Bravo TNI!" tegas Zam Zam Mubarak dalam keterangannya.
Selain memulihkan akses, TNI dinilai berhasil menjalankan misi kemanusiaan dengan menyelamatkan nyawa rakyat dan terus bekerja keras mengembalikan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.
Ancaman Krisis Ekonomi dan Kemanusiaan
Meski penanganan fisik berjalan positif, Baret ICMI mengingatkan bahwa fase berikutnya jauh lebih kompleks. Zam Zam menyoroti perlunya penguatan kolaborasi antara organisasi masyarakat sipil dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi krisis kemanusiaan yang nyata di depan mata.
Saat ini, kondisi ekonomi di wilayah terdampak dilaporkan terpukul jatuh. Baret ICMI mendesak pemerintah untuk:
- Transparansi Anggaran: Pemerintah daerah wajib terbuka dalam pengelolaan dana penanganan darurat ekonomi.
- Formula Kebijakan Inklusif: Menciptakan strategi ekonomi dengan melibatkan berbagai pihak guna membendung dampak bencana yang meluas.
- Mitigasi Krisis: Mencegah agar keterpurukan ekonomi tidak berubah menjadi krisis kemanusiaan yang lebih dalam.
Peringatan Keras Penanganan Bencana
Baret ICMI mengingatkan bahwa karakteristik bencana di Aceh sangat problematik. Kesalahan dalam pengambilan kebijakan pada fase pemulihan ini dapat berakibat fatal.
"Bencana Aceh sangat problematik. Bila salah penanganan, akan berdampak fatal terhadap kemanusiaan," tutup Zam Zam Mubarak.